“Yang jelas istilah Menteri Haji dan Umrah Saudi tadi ada existential leap, ada lompatan yang jauh dalam pelaksanaan haji tahun ini,” ujar Wamenhaj. Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kemenhaj serta petugas haji Indonesia untuk terus menjaga kualitas pelayanan, khususnya pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Pemerintah juga memohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar transformasi layanan haji terus berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
“Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia supaya kerja-kerja keras semua tim di Kementerian Haji dan Umrah memberikan dampak yang baik untuk transformasi haji di era Presiden Prabowo ini,” tutup Wamenhaj.
Aentenews buay Ampelsa.