Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan, pasukan Iran menggunakan “berbagai jenis rudal balistik dan rudal jelajah anti-kapal serta drone perusak dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi” sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh AS.
Namun Komando Pusat (CENTCOM) militer AS mengatakan pihaknya “mencegat serangan Iran yang tidak beralasan” dan merespons dengan “serangan pertahanan diri”.
“Tidak ada aset AS yang terkena serangan,” kata pihak CENTCOM.
CENTCOM menambahkan bahwa pihaknya “tidak mencari eskalasi tetapi tetap berada di posisi dan siap untuk melindungi pasukan Amerika”.
Bentrokan tersebut merupakan respons militer Iran pertama terhadap blokade AS terhadap pelabuhan negara itu. Selama beberapa minggu terakhir, militer AS telah menyita beberapa kapal Iran dan memerintahkan puluhan kapal lainnya untuk berbalik arah.
Pengepungan angkatan laut telah menjadi ujung tombak kampanye tekanan Trump terhadap Iran sejak gencatan senjata diberlakukan bulan lalu.
Beberapa media berita yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di pelabuhan Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan kota pesisir selatan Minab.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, juga mengutip sumber senior yang mengatakan bahwa tiga kapal perusak Angkatan Laut AS diserang oleh Iran dan melarikan diri menuju Teluk Oman.