dunia

Israel ancam tutup perlintasan Rafah dan batasi bantuan, jika Hamas

Kamis, 16 Oktober 2025 | 07:35 WIB
Sejumlah staf dari Bulan Sabit Merah Mesir (Egyptian Red Crescent/ERC) berdiri di dekat sebuah truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan saat memasuki Gaza dari sisi Mesir di perlintasan perbatasan Rafah pada 12 Oktober 2025. (Xinhua/Ali Mostafa)


(Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Israel pada Selasa (14/10) memutuskan untuk menutup perlintasan Rafah dan lebih lanjut mengurangi bantuan kemanusiaan ke Gaza, setelah kedua belah pihak saling lempar tuduhan telah melanggar gencatan senjata yang rapuh tersebut.





Perlintasan itu, yang merupakan rute utama bantuan dari Mesir ke Gaza, sebelumnya telah dijadwalkan dibuka kembali pada Selasa tersebut.





Seorang pejabat pemerintah Israel, yang berbicara kepada Xinhua dengan meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa perlintasan Rafah akan tetap ditutup dan masuknya bantuan kemanusiaan akan “secara drastis” dibatasi hingga Hamas mengembalikan semua jasad para sandera yang tewas.





Pejabat tersebut menggambarkan tindakan itu sebagai “sanksi terhadap Hamas” menyusul penyerahan empat jasad oleh kelompok tersebut pada Senin (13/10), dengan 24 jasad lainnya masih berada di Gaza.





Belum ada pengumuman resmi mengenai pembatasan ini dari kantor Perdana Menteri atau pihak keamanan Israel.





Al Araby TV yang berbasis di London melaporkan bahwa tim Mesir telah mulai bekerja di Jalur Gaza untuk membantu menemukan dan memulihkan jasad para sandera Israel. Menurut laporan tersebut, sebuah tim teknis Israel sedang melakukan konsultasi dengan para pejabat Mesir untuk mengoordinasikan pemulihan jasad-jasad sandera Israel.





Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan kepada Xinhua bahwa tantangan teknis dan logistik yang diakibatkan oleh kehancuran besar-besaran menimbulkan hambatan serius bagi identifikasi dan pemulihan jenazah. Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) telah menyatakan bahwa sejumlah tim kemungkinan tidak akan dapat menemukan beberapa jasad.


Halaman:

Tags

Terkini

Iran anggap musuh negara yang ikut perang ekonomi AS

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kemlu pantau kondisi WNI pascagempa Kolombia

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Bahrain dan Kuwait diam-diam serang Iran

Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB