Rabu, 30 September 2026

Israel berdalih "cuaca buruk" saat lepaskan tembakan ke pasukan PBB di Lebanon

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Selasa, 18 November 2025 | 15:15 WIB
Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL)   (Xinhua/Ali Hashisho)
Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) (Xinhua/Ali Hashisho)


Yerusalem (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Israel melepaskan tembakan dari sebuah tank Merkava yang ditempatkan di dekat pos Israel di Lebanon selatan, dengan peluru senapan mesin berat mendarat sekitar 5 meter dari personel penjaga perdamaian yang sedang berjalan kaki.





Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada Ahad (16/11) mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya melepaskan tembakan ke arah dua personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon selatan, dengan alasan kesalahan klasifikasi “karena kondisi cuaca yang buruk.”





Setelah mengidentifikasi “dua orang mencurigakan” di wilayah Al-Hamames, pasukan Israel melepaskan tembakan peringatan dan memaksa mereka mundur. Namun, setelah peninjauan lebih lanjut atas insiden tersebut, diketahui bahwa kedua orang itu merupakan personel penjaga perdamaian PBB yang sedang berpatroli di wilayah tersebut, ungkap pernyataan IDF.





“IDF menekankan bahwa tidak ada tembakan yang sengaja diarahkan kepada tentara UNIFIL, dan masalah ini sedang ditangani melalui jalur penghubung resmi,” kata pernyataan IDF, seraya menambahkan bahwa pihaknya akan melanjutkan operasi untuk “menyingkirkan segala ancaman” terhadap Israel.





Sebelumnya pada hari yang sama, Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mengatakan pasukan Israel melepaskan tembakan dari sebuah tank Merkava yang ditempatkan di dekat pos Israel di Lebanon selatan, dengan peluru senapan mesin berat mendarat sekitar 5 meter dari personel penjaga perdamaian yang sedang berjalan kaki.





Kedua personel penjaga perdamaian itu kemudian berlindung dan segera menghubungi pasukan Israel melalui saluran penghubung UNIFIL untuk menghentikan penembakan, kata UNIFIL. Mereka berhasil menarik diri dengan selamat sekitar 30 menit kemudian, setelah tank tersebut mundur. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden ini.





UNIFIL menyebut insiden ini sebagai “pelanggaran serius” terhadap Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB, dan mendesak IDF untuk “menghentikan segala perilaku agresif dan serangan terhadap atau di dekat pasukan penjaga perdamaian,” menekankan bahwa personel PBB sedang berupaya membantu memulihkan stabilitas di kawasan tersebut.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Iran anggap musuh negara yang ikut perang ekonomi AS

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kemlu pantau kondisi WNI pascagempa Kolombia

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Bahrain dan Kuwait diam-diam serang Iran

Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Terpopuler

X