bireuen

Jembatan Ambruk Belum Dibangun,  Warga Terpaksa Naik Rakit di Pedalam Bireuen

Jumat, 10 April 2026 | 14:30 WIB
Sejumlah warga menaiki rakit pascaputusnya jembatan diterjang banjir saat menyeberangi Sungai di desa Darul Aman, kecamatan Peusangan Selatan, kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (10/4/2026). Foto Warga Peusangan


Banda Aceh (Aentenews) - Pascabencana banjir bandang pada 26 November 2025, masih menyisakan derita bagi masyarakat di daerah terdampak. Akses jalan dan jembatan sebagai jantung menghidupkan perekonomian warga rusak dan desa desa terisolir. 





Seperti yang terjadi di salah satu daerah pedalaman wilayah kecamatan Peusangan Selatan, kabupaten Bireuen, provinsi Aceh. Jembatan Ulee, di Peusangan Selatan, kabupaten Bireuen hingga saat ini belum ada tanda tanda di bangun pemerintah pascabencana banjir akhir tahun 2025.





Jembatan Ulee, merupakan akses penghubung masyarakat dari beberapa desa menuju ibukota Kabupaten Bireuen, Namun, warga terpaksa menggunakan jasa rakit menyeberangi sungai dengan ongkos Rp10.000 hingga Rp15.000 per orang.





Sebanyak tujuh unit rakit dipersiapkan untuk membantu kelancaran transportasi warga pedesaan yang hendak berbelanja barang kebutuhan pangan, mengangkut hasil bumi dan kebutuhan lainnya di ibukota Bireuen. 





Tidak hanya warga, pemandangan yang memprihatinkan ketika siswa  menumpang rakit menyeberangi sungai menuju ke sekolah mereka, baik saat ke sekolah, maupun saat pulang ke rumahnya.





Menurut warga, hal yang mengkhawatirkan para orang tua, ketika mmenyeberangi anak anak berangkat ke sekolah menggunakan rakit saat kondisi debet air sungai meninggi dan arus deras. 





“Kalau sungai deras dan debet air meninggi akibat curah hujan, layanan angkutan penyeberangi rakit tidak beroperasi dan sebagian anak anak tidak sekolah,” kata Chalidin, penduduk Peunganan Selatan, Jumat (10/4/2026). 


Halaman:

Tags

Terkini

Bangunan Dayah di Bireuen amblas ke sungai

Rabu, 26 November 2025 | 21:12 WIB