Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan pemerintah pada tahun 2026 tetap memprioritas rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana melalui program revitalisasi sebanyak 2.173 sekolah di provinsi Aceh dengan anggaran senilai Rp1,4 triliun.
“Kalau paket revitalisasi itu kan bervariasi antara satu sekolah dengan yang lain,” kata Mendikdasmen Abdul Mu”ti saat kunjungan kerja di Kabupaten Birueuen, Aceh,Selasa (10/3/2026).
Dalam kunjung kerja tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu”ti meletakan batu pertama sekolah TK yang mendapatkan bantuan pembangunan ruang kelas baru dan rehab, kemudian dilanjutkan peletakan batu pertama untuk program 2026 di SMP Negeri 2 Mereudu , Kabupaten Pidie Jaya.
Khusus bantuan revitalisasi sekolah di kabupaten Bireuen, Mendikdasmen Abdul Mu”ti menyatakan dari total revitalisasi 2.173 sekolah di Aceh tahun 2026, sebanyak 116 sekolah di antaranya berada di kabupaten Bireuen.
Revitalisasi sekolah di kabupaten Bireuen itu dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK . Kemudian yang sudah Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani senilai 167 miliar tahun 2026.
Dalam pelaksanaan rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana , tidak semua dikerjakan pemerintah, untuk tingkat PAUD, SD dan SMP ditangani oleh pemerintah daerah dan selain pemerintah pusat.
Ia menjelaskan pekerjaan revitalisasi sekolah bervariasi antara satu sekolah dengan yang lainnya . Tapi yang paling banyak dalam pelaksanaannya, berupa pekerjaan rehab ruang kelas, perpustakaan, laboratorium dan ada juga toilet serta ruang administrasi.