Begitu mendapat informasi adanya potensi terjadi tsunami, para siswa dan guru mengarahkan anak anak berjalan mengikuti jalur evakuasi yang terpasang di beberapa titik daban jalan menuju tempat yang aman dari bahaya tsunami.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh terus menggiatkan pelatihan kebencanaan sejak dini yang diajarkan kepada pelajar di sejumlah sekolah di wilayahnya.
Hal ini bertujuan untuk melakukan kesiapsiagaan dini dan selalu waspada jika terjadi bencana di sekitar lingkungannya. Mengingat, secara geografis, Kota Banda Aceh tergolong wilayah yang rawan bencana gempa dan tsunam
Ia menambahkan, anak-anak terutama siswa mudah menyerap ilmu mitigasi bencana dengan baik, karena materi terkait penanganan bencana gempa diajarkan melalui edukasi dalam bentuk nyanyian lagu yang di dalamnya berisikan pesan-pesan penting dalam menghadapi bencana tersebut.
Sementara, Kepala Sekolah SDN 67 Percontohan Kota Banda Aceh, Erna Wida menyatakan seimulasi gempa dan tsunami sudah menjadi agenda rutin dan harus sering dilakukan di sekolah agar anak anak tidak lupa . Apalagi setiap tahun terjadi pergantian siswa, ada yang datang murid baru dan ada juga siswa yang melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.
“Inilah bentuk edukasi dini an anak anak harus memahami mitigasi bencana dan ilmu yang diajarkan tersebut bisa menjadi bekal dan dapat ditularkan kepada orang tuanya di rumah,” kata Cut Erna Wida.
Anak-anak juga belajar alat dan sarpras yang biasanya digunakan Satgas untuk penyelamatan korban. Anak-anak dibekali kemampuan mental untuk berani menghadapi bencana yang disampaikan melalui sosialisasi.
Langkah mitigasi juga memfokuskan perlindungan khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas saat evakuasi. Sinergi antara pemerintah daerah serta komunitas lokal dipandang vital untuk membangun ekosistem tangguh bencana.