Banda Aceh (Aentenews) – Seperti biasa pada setiap hari Senin, siswa Sekolah Dasar Negeri 67 percontohan itu mengikuti upacara bendera sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di ruang kelas masing masing.
Beberapa menit saat berlangsung proses belajar mengajar di ruang kelas, suasana dikagetkan dengan gempa bumi yang dirasakan kuat dan kemudian menyusul suara sirine peringatan dini yang berpotensi terjadi bencana tsunami.
Sejumlah siswa yang berlindung di bawah meja belajar bergegas keluar ruang kelas dengan dipandu para guru seraya memberikan arahan kepada siswa agar tidak panik menuju titik kumpul di halaman sekolah.
Sambil menunggu pemberitahunan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) bahaya akan terjadi tsunami, para siswa di titik kumpul berzikir dan berdoa untuk keselamatan agar terhindar dari bahaya bencana alam.
Inilah respon cepat dan siaga yang dilakukan siswa bersama guru dalam praktek simulasi gempa dan tsunami pada pagi di sekolah tersebut yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh bersama mahasiswa peduli bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh Cut Ahmad Putra di sela kegiatan simulasi gempa dan tsunami di SDN 67 Percontohan itu menyatakankan simulasi ini sudah menjadi agenda rutin untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadap bencana yang kapan saja dapat terjadi .
“Hari ini kami melatih kesiapsiagaan siswa dan memberikan edukasi yang membutuhkan proses pada kegiatan simulasi gempa dan tsunami,” Cut Ahmad Putra.
Ratusan siswa diberikan pelatihan dan edukasi mulai dari langkah awal kesiapsiagaan jika terjadi gempa dan tsunami . Mereka berlindung di meja belajar dan kemudian menuju titik kumpul di halaman sekolah dengan tetap melindungi kepala dengan tas sekolah.