banda-aceh

Revitalisasi Tambak Garam Terdampak Bencana di Aceh Tidak Hanya Sebatas Wacana 

Senin, 9 Februari 2026 | 17:12 WIB
Petani garam tradisional mengumpulkan butiran garam saat proses produksi di salah satu usaha garam rakyat di Aceh. AentenewsFoto/Ampelsa.


Banda Aceh (Aentenews) - Wacana revitalisasi tambak garam yang diusung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dengan alokasi anggaran sebesar Rp 25 miliar merupakan angin segar bagi masyarakat pesisir pantai Aceh terutama bagi petani garam lokal yang terdampak bencana.





“Rencana ini bukan sekadar soal perbaikan fasilitas fisik, melainkan momentum transformasi manajemen sehat dan sejahtera bagi para petani dan pengusaha garam lokal menuju industrialisasi produk garam,” kata Ketua Asosiasi Industri Garam Aceh, T. Tansri Jauhari, di Banda Aceh, Senin (9/2/2026)





Dikatakannya, terdapat sebanyak 413 petani garam lokal di Aceh yang terdampak bencana alam banjir dan saat ini mereka berjuang untuk pulih dari keterpurukan ekonominya. 





​Paskabanjir bandang, produksi garam lokal anjlok hingga menyebabkan stok garam menipis dan kelangkaan pasokan bahan baku sampai 50 persen di tingkat konsumen dan selain harga garam juga melonjak mencapai 25 persen dari Rp 9.000 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram. 





Terkait rencana revitalisasi usaha garam di Aceh, Tansri menyatakan akan ada beberapa wilayah perbaikan lahan yang jumlahnya seluas 37,18 hektar milik petani garam lokal. Intinya, ada perubahan mendorong migrasi teknologi dari metode usaha garam rebus tradisional (yang boros kayu bakar) menuju sistem tunnel yang lebih efisien dan ramah lingkungan.





Selama ini, katanya, jatuh bangun para petani dan pengusaha garam local, disebabkan fasilitas sarana dan prasarana produksi yang belum mendukung dan masih mengandalkan system tradisional. 





Langkah perubahan itu perlu dilakukan dan jika terjadi penundaan program revitalisasi usaha petani garam local, dampaknya akan memperpanjang ketergantungan Provinsi Aceh dari sisi kebutuhan bahan baku garam yang  tercatat sekitar 80 persen dipasok dari luar Aceh. 


Halaman:

Tags

Terkini

Insan pers Aceh berduka, H Sjamsul Kahar meninggal dunia

Kamis, 24 September 2026 | 09:00 WIB

Perlindungan pekerja rentan di Banda Aceh

Senin, 21 September 2026 | 17:18 WIB

Biaya produksi kapal ikan meningkat

Senin, 21 September 2026 | 13:56 WIB

Eksploitasi berlebihan ancam populasi hiu

Senin, 21 September 2026 | 12:01 WIB

Segera dibangun di Kota Banda Aceh, Hotel Aceh Heritage

Sabtu, 19 September 2026 | 09:06 WIB

Budaya Jumat Bersih ASN di Banda Aceh

Jumat, 18 September 2026 | 09:57 WIB

Dihukum hingga 100 kali cambuk

Kamis, 17 September 2026 | 14:53 WIB

Antrean warga paket sembako subsidi

Rabu, 16 September 2026 | 12:25 WIB

Harga bawang stabil, cabai naik 100 persen

Rabu, 16 September 2026 | 11:55 WIB

Lonjakan harga ayam potong di Aceh

Rabu, 16 September 2026 | 10:51 WIB

Mungkin minuman ini yang cocok untuk anda di musim panas

Minggu, 13 September 2026 | 13:39 WIB

Panen tiram di waduk pengendalian banjir

Minggu, 13 September 2026 | 09:42 WIB

Alih fungsi lahan tambak untuk perumahan

Sabtu, 12 September 2026 | 23:35 WIB

Hutan manggrove pesisir Banda Aceh terancam hilang

Sabtu, 12 September 2026 | 23:05 WIB

Burung kuntul terancam pembangunan rumah

Sabtu, 12 September 2026 | 22:37 WIB