Rabu, 30 September 2026

Revitalisasi Tambak Garam Terdampak Bencana di Aceh Tidak Hanya Sebatas Wacana 

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Senin, 9 Februari 2026 | 17:12 WIB
Petani garam tradisional mengumpulkan butiran garam saat proses produksi di salah satu usaha garam rakyat di Aceh.  AentenewsFoto/Ampelsa.
Petani garam tradisional mengumpulkan butiran garam saat proses produksi di salah satu usaha garam rakyat di Aceh. AentenewsFoto/Ampelsa.



Rumah Garam Aceh mengharapkan kepada Pemerintah Aceh agar perlu mengeluarkan satu kebijakan yang memihak kepada petani garam lokal serta dapat berfokus untuk pengembangan semua kluster usaha petani garam lokal di sepanjang bibir pantai Aceh yang meliputi : Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Selatan, dan Aceh Barat Daya.





Sinergitas Program Garam Aceh untuk Petani Garam Aceh umumnya mempunyai semangat juang yang cukup besar, namum perlu mendapat perhatian dari banyak sisi, penguatan sumber daya manusia, penambahan fasilitas sarana dan prasarana serta yang paling utama adalah akses modal yang selama ini belum tersentuh dengan baik, baik dari pemerintah maupun dukungan keuangan dari pihak perbankan yang ada di Aceh.





“Pemerintah juga harus menyiapkan regulasi dan memfasilitasi sarana dan prasana serta akses permodalan dan pemasaran, sedangkan swasta turut serta dalam penyerapan hasil produksi dan pengolahan garam,” kata Tansri Jauhari yang juga sebagai Ketua Rumah Garam Aceh (RGA). 





 Rumah Garam Aceh (RGA) sangat mengharapkan kepada pemerintah pusat agar bisa menghadirkan pabrik garam yang berstandar produksi SNI dan bisa memenuhi kebutuhan garam lokal dan mendukung kebutuhan garam nasional.





 Selain itu, para petani garam lokal Aceh juga membutuhkan dukungan permodalan dari Kementerian UKM Republik Indonesia melalui dana bergulir atau dana stimulan sebagai penyokong awal modal usaha. Hingga saat ini petani garam aceh belum tersentuh secara penguatan modal.





Kita memimpikan hadirnya Pabrik Garam Aceh berstandar SNI yang mampu mencukupi kebutuhan garam lokal dan nasional. Dengan dukungan dana sejumlah Rp 25 miliar dan sinergi lintas sektoral, kejayaan garam lokal aceh bukan lagi sekadar impian, melainkan masa depan yang nyata. 





Aentenews by Ampelsa.





Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Insan pers Aceh berduka, H Sjamsul Kahar meninggal dunia

Kamis, 24 September 2026 | 09:00 WIB

Perlindungan pekerja rentan di Banda Aceh

Senin, 21 September 2026 | 17:18 WIB

Biaya produksi kapal ikan meningkat

Senin, 21 September 2026 | 13:56 WIB

Eksploitasi berlebihan ancam populasi hiu

Senin, 21 September 2026 | 12:01 WIB

Segera dibangun di Kota Banda Aceh, Hotel Aceh Heritage

Sabtu, 19 September 2026 | 09:06 WIB

Budaya Jumat Bersih ASN di Banda Aceh

Jumat, 18 September 2026 | 09:57 WIB

Dihukum hingga 100 kali cambuk

Kamis, 17 September 2026 | 14:53 WIB

Antrean warga paket sembako subsidi

Rabu, 16 September 2026 | 12:25 WIB

Harga bawang stabil, cabai naik 100 persen

Rabu, 16 September 2026 | 11:55 WIB

Lonjakan harga ayam potong di Aceh

Rabu, 16 September 2026 | 10:51 WIB

Mungkin minuman ini yang cocok untuk anda di musim panas

Minggu, 13 September 2026 | 13:39 WIB

Panen tiram di waduk pengendalian banjir

Minggu, 13 September 2026 | 09:42 WIB

Alih fungsi lahan tambak untuk perumahan

Sabtu, 12 September 2026 | 23:35 WIB

Hutan manggrove pesisir Banda Aceh terancam hilang

Sabtu, 12 September 2026 | 23:05 WIB

Burung kuntul terancam pembangunan rumah

Sabtu, 12 September 2026 | 22:37 WIB

Terpopuler

X