Ke-96 peserta tersebut dibagi dalam empat bidang pelatihan, yakni Las Listrik, Teknik Pendingin (teknisi AC), Pembuatan Roti dan Kue, dan Pemasaran Digital dan Branding, dengan durasi 160 jam atau setara 20 hari pelatihan.
Illiza menyebut pelatihan ini bukan sekadar kegiatan rutin. “Ini adalah bagian dari upaya besar Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan dunia kerja.”
Dan melalui Banda Aceh Academy, pihaknya menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan pasar kerja, lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan lebih mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.
“Ini sejalan dengan semangat Kota Kolaborasi, di mana pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat bergerak bersama membangun ekosistem peningkatan kompetensi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia pun menyebut keempat bidang yang dilatih oleh BAA kali ini merupakan keterampilan yang memiliki peluang besar, baik untuk bekerja di perusahaan maupun untuk membuka usaha sendiri.
Sementara Kadisnaker Banda Aceh Fahmi merincikan peserta pelatihan dengan pendekatan berbasis kompetensi itu, terdiri dari 16 orang yang mengikuti pelatihan Las Listrik, 16 Teknik Pendingin (teknisi AC), 32 Pembuatan Roti dan Kue, dan 32 orang di bidang Pemasaran Digital dan Branding
Selama 160 jam atau 20 hari pelatihan, para peserta turut dibekali dengan sejumlah fasilitas seperti seminar kit, bahan-bahan pelatihan, hingga akomodasi. “Usai pelatihan para peserta juga akan kita ikutkan dalam uji sertifikasi, sehingga bisa langsung memasuki dunia kerja,” ujarnya.//Redaksi.