Rabu, 30 September 2026

Prof Mirza Tabrani Resmi Menjabat Rektor  USK

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Senin, 9 Maret 2026 | 22:09 WIB
Rekrot USK , Prof Mirza Tabrani (kedua kanan) periode 2026 – 2031 berjabat tangan dengan rektor sebelumnya Prof Marwan (kedua kiri) seusai pelantikan dan pengambilaan sumpah di Gedung AAC Dayan Dawood, di Banda Aceh  Senin (9/3/2026) Foto humas USK.
Rekrot USK , Prof Mirza Tabrani (kedua kanan) periode 2026 – 2031 berjabat tangan dengan rektor sebelumnya Prof Marwan (kedua kiri) seusai pelantikan dan pengambilaan sumpah di Gedung AAC Dayan Dawood, di Banda Aceh Senin (9/3/2026) Foto humas USK.



Safrizal mengingatkan kepemimpinan USK sekarang menghadapi tantangan yang kompleks. Kampus ini harus mampu memberi dampak yang nyata bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga marwahnya sebagai perguruan tinggi.





“Rektor harus mampu menyeimbangkan  kebebasan akademik yang sakral dengan efisiensi administrasi yang ketat, serta mengnavigasi lingkungan yang kompleks untuk  perubahan yang cepat,” ucapnya.





Selanjutnya, Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Sains, Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Bapak Prof Khairul Munadi mengatakan, USK bukan hanya perguruan tinggi terbesar di Aceh, tetapi juga harapan besar lahirnya kemajuan sains dan teknologi di ujung barat Indonesia.





Menurutnya, kemajuan Aceh, bahkan kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh sebaik apa proses pendidikan yang berlangsung di universitas-universitas di seluruh Indonesia.





“Jika Universitas mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan inovatif maka daerah akan maju.  Namun, jika pendidikan tinggi stagnan, maka pembangunan juga akan berjalan lambat,” ucapnya.





Oleh sebab itu, dirinya menilai  USK memiliki posisi yang sangat penting yang diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat Aceh dan Indonesia. Mulai dari pembangunan ekonomi daerah, penguatan sektor kelautan, pengembangan industri kreatif, hingga mitigasi bencana.





“ Karena itu, kami berharap USK dapat terus mengambil peran penting dalam mengawal proses pemulihan pasca bencana secara berkelanjutan melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi,” ucapnya.





Aentenews by Ampelsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Insan pers Aceh berduka, H Sjamsul Kahar meninggal dunia

Kamis, 24 September 2026 | 09:00 WIB

Perlindungan pekerja rentan di Banda Aceh

Senin, 21 September 2026 | 17:18 WIB

Biaya produksi kapal ikan meningkat

Senin, 21 September 2026 | 13:56 WIB

Eksploitasi berlebihan ancam populasi hiu

Senin, 21 September 2026 | 12:01 WIB

Segera dibangun di Kota Banda Aceh, Hotel Aceh Heritage

Sabtu, 19 September 2026 | 09:06 WIB

Budaya Jumat Bersih ASN di Banda Aceh

Jumat, 18 September 2026 | 09:57 WIB

Dihukum hingga 100 kali cambuk

Kamis, 17 September 2026 | 14:53 WIB

Antrean warga paket sembako subsidi

Rabu, 16 September 2026 | 12:25 WIB

Harga bawang stabil, cabai naik 100 persen

Rabu, 16 September 2026 | 11:55 WIB

Lonjakan harga ayam potong di Aceh

Rabu, 16 September 2026 | 10:51 WIB

Mungkin minuman ini yang cocok untuk anda di musim panas

Minggu, 13 September 2026 | 13:39 WIB

Panen tiram di waduk pengendalian banjir

Minggu, 13 September 2026 | 09:42 WIB

Alih fungsi lahan tambak untuk perumahan

Sabtu, 12 September 2026 | 23:35 WIB

Hutan manggrove pesisir Banda Aceh terancam hilang

Sabtu, 12 September 2026 | 23:05 WIB

Burung kuntul terancam pembangunan rumah

Sabtu, 12 September 2026 | 22:37 WIB

Terpopuler

X