Singkat cerita, Ridho bersama Istri menuju puskesmas tempat diarahkan oleh petugas posyandu. Awalnya pihak puskesmas sempat menolak karena faskes berbeda, namun Ridho menjelaskan bahwa kedatangannya sesuai arahan petugas posyandu Beurawe.
Akhirnya Ridho diterima dan bertemu dengan dokter anak di Puskesmas Kuta Alam, setelah diperiksa, dokter tersebut mengarahkan Ridho untuk membawa anaknya ke dokter spesialis bedah anak di RS Harapan Bunda.
Sesuai dengan arahan dokter anak tersebut, Ridho membawa anaknya ke faskes pertama di Sentra Medika, dia mengatakan pertemuan pertama di faskes pertama diberikan obat, untuk rujukan baru dikeluarkan pada pertemuan kedua ke RS Harapan Bunda ke bagian dokter spesialis bedah anak.
Sesampainya di RS Harapan Bunda, anak ketiganya itu langsung diperiksa dokter, pada bagian paha yang bengkak disuntik dan ditarik, ternyata ada gumpalan nanah yang sudah mengeras.
"Dokter menyarankan untuk dibedah, saat itu anaknya langsung dibedah dan dikeluarkan gumpalan nanah besar berbentuk bulat," kata ayah tiga orang anak ini.
Setelah proses pembedahan selesai, Ridho sempat berkonsultasi dengan dokter spesialis, ia menanyakan penyebab anaknya bisa mengalami pembengkakan pada paha, sedangkan dua anaknya yang lain tidak mengalami hal yang serupa.
"Saya sempat konsultasi dengan dokter spesialis bedah anak di RS Harapan Bunda, dokter itu mengindikasikan ada dua dugaan penyebabnya. Pertama bisa jadi karena posisi penyuntikan yang salah. Kedua, kemungkinan karena kurang steril ketika dilakukan penyuntikan sehingga infeksi," kata Ridho mengutip penjelasan dugaan dokter spesialis di RS Harapan Bunda.