aceh-utara

Hunian reyot guru ngaji jadi rumah permanen, setelah TNI datang

Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:04 WIB


Foto Dok penrem Liwangsa.





Aceh Utara (Aentenews) - Antara penderitaan hidup dan ketulusan seorang Guru Mengaji yang tinggal di pedalaman Aceh Utara, akhirnya “berbuah manis”  setelah TNI datang mengubah rumah reyot yang ditempatinya menjadi rumah permanen.





Hal inilah yang dirasakan oleh Katratunida (28), seorang guru mengaji di Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.





Selama lima tahun terakhir, Ia tanpa pamrih mendidik puluhan anak-anak di pedalaman Aceh Utara mengajar membaca Al-Qur'an tanpa pungutan biaya. Katratunida bersama suaminya, Khodirun, dan kedua anak mereka harus tinggal di rumah yang nyaris lapuk, berdinding rapuh, dan beratap daun rumbia yang juga bocor karena sudah lapuk. 





“Kalau hujan, air langsung masuk. Anak-anak saya sampai bilang, Ibu, rumah kita kebanjiran. Demi menenangkan mereka, saya terpaksa menghibur dan bilang, tidak  apa-apa, ayo kita nonton air terjun di dalam rumah," ungkap Katratunida dengan mata berkaca-kaca.





Setiap hari, rumah sempit dan lapuk tersebut menjadi tempat belajar bagi sekitar 35 santri dan selain pembinaan terhadap 20 remaja untuk persiapan perlombaan keagamaan seperti MTQ. Karena keterbatasan tempat, proses belajar sering kali harus dibagi menjadi beberapa gelombang atau menumpang di balai desa. 





Katratunida tidak pernah mematok tarif, Ia hanya menerima infak sukarela seikhlasnya dari orang tua santri bagi yang memberi.


Halaman:

Tags

Terkini

Rp328,456 miliar bantuan bencana untuk Aceh Utara

Senin, 21 September 2026 | 15:04 WIB

Hingga tahap-III, Rp153 miliar bansos tersalurkan

Selasa, 15 September 2026 | 20:26 WIB