Bak mendapat mukjizat, impian Katratunida untuk memiliki rumah layak akhirnya terwujud. Peristiwa itu bermula saat sejumlah prajurit TNI sedang melakukan survei terhadap jembatan rusak akibat diterjang banjir di desanya. Saat ini jembatan rusak itu sudah dibangun dengan jembatan gantung garuda oleh prajurit TNI bersama warga.
Seorang Jenderal TNI meminta izin masuk sampai ke dapur rumahnya yang memprihatinkan. Beliau kemudian berkata, "Ya sudah, rumah ini kita buat permanen ya, Bu," kata Jenderal tersebut
Katratunida belakangan baru mengetahui bahwa sosok berbintang satu itu adalah Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, yang merupakan putra asli daerah Aceh.
Aksi bedah rumah ini merupakan tindak lanjut program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Brigjen TNI Ali Imran. Saat ini, proses pembongkaran rumah lama sudah mulai dilakukan secara gotong royong oleh prajurit Koramil 02 Kuta Makmur jajaran Kodim 0103/Aceh Utara bersama masyarakat setempat.
Foto Dok Penrem Lilawangsa.
Danramil 02 Kuta Makmur, Letda Infanteri Andriyanto, menyampaikan bahwa renovasi total menjadi bangunan permanen ini ditargetkan rampung dalam waktu 20 hari ke depan.
"Kami berharap rumah baru ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang aman bagi Ibu Katratunida sekeluarga, tetapi juga menjadi tempat yang representatif bagi beliau untuk terus mengajar ilmu agama kepada santri-santrinya," ujar Letda Inf Andriyanto, Kamis (13/08/2026).
Bagi Katratunida, bantuan ini adalah jawaban langsung dari Allah SWT atas doa-doanya selama ini.