Menurutnya, pasca banjir pada akhir tahun 2025, persoalan utama di Sawang saat ini adalah akses darurat, sedangkan di Riseh, jalannya hilang total karena tergerus sungai.
Tarmizi mengatakan, sudah meminta agar alat berat (ekskavator) segera diturunkan ke lokasi untuk membuka jalan darurat, supaya warga tidak perlu lagi melintasi area sawah masyarakat.
“Kami Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berkomitmen untuk terus mengawal penyelesaian pekerjaan fisik tersebut agar mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat diwilayah terdampak dapat segera kembali normal,” demikian kata Wakil Bupati Tarmizi.
Aentenews by Ampelsa