“Progres pekerjaan bersama pemerintah daerah betul-betul sampai meyakinkan, evaluasi ke hulunya dan bagaimana ketika curah hujan tinggi jangan sampai jembatan hanyut lagi. Maka kita kerahkan personil dari Kodim dan Koramil untuk mengkontrol kondisi di lapangan,” kata Maruli Simanjuntak.
Apalagi, katanya, program Presiden ini kita pastikan berjalan dengan baik. Pihaknya melaksanakan sesuai perintah untuk membangun jembatan bailey sampai perkembangan selanjutnya.
“Sebenarnya jembatan Bailey juga jembatan darurat, namun cukup kuat dan bisa bertahan jaka panjang, hanya saja tidak permanen seperti jebatan beton. Namun Intinya, kami TNI AD siap dan selalu hadir membantu masyarakat, termasuk percepatan pemulihan pasca bencana,” ungkapnya.
Sementara, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, menjelaskan situasi dan kondisi saat ini kepada Presiden Prabowo melalui video vicon. Ia menjelaskan situasi pasca bencana di Aceh Utara, seperti rumah dan infrastruktur rusak parah.
“Kami meminta kepada Bapak Presiden agar seluruh fasilitas yang rusak segera diperbaiki, agar kondisi cepat pulih dan masyarakat kembali beraktivitas sedia kala,” harap Bupati Ismail.
Menanggapi harapan itu, Presiden Prabowo mengatakan akan secepatnya bersama-sama memperbaiki dengan mengerahkan satgas bencana untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi dalam percepatan pemulihan daerah terdampak, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
“Kita bisa hidup rukun berdampingan dengan kelompok etnis, masyarakat yang mengalami kesulitan saat ini, semua turut merasakannya. Kita sebagai bangsa mampu mengatasi dengan bekerjasama, begerak cepat dalam pemulihan,” kata Presiden.
Disela kegiatan tersebut, Kasad Maruli bersama Bupati Aceh Utara dan rombongan juga meninjau jembatan gantung dan sekolah. Kehadiran Kasad disambut antusias oleh siswa-siswi SD 7 Geleh Dagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara