Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, menambahkan pihaknya telah mengambil langkah konkret untuk mempercepat pembangunan. Pemkab menyediakan lahan dan memastikan legalitasnya, mengoordinasikan pemasangan listrik, serta menjamin ketersediaan air bersih di lokasi. Seluruh perangkat daerah telah diinstruksikan untuk bekerja terpadu agar pembangunan huntap ini tepat waktu dan tepat sasaran.
“Bagi kami, hunian tetap ini bukan sekadar bangunan. Kami akan terus mengawal proses ini hingga masyarakat benar-benar dapat menempati hunian yang layak dan menjalani kehidupan yang lebih sejahtera,” tegas Bupati.
Hunian tetap ini dibangun dengan struktur, dinding, dan atap berbahan baja galvanis yang tahan karat dan tahan gempa. Keunggulannya terletak pada sistem knock down atau Rumah Bangun Cepat, sehingga proses konstruksi lebih efisien. Setiap unit juga dilengkapi dua kasur, meja makan, kursi, televisi, serta kamar mandi dengan fasilitas lengkap.
Selain 104 hunian tetap, di kawasan tersebut juga dibangun satu balai desa dan satu masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan ibadah masyarakat. Program ini merupakan kolaborasi Kemenko Polkam bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, didukung unsur TNI AD, Polri, dan berbagai pihak lainnya.
Aentenews by Farid Ismulah