Kondisi lahan tambak dan lahan pertanian terimbun material lumpur dan sampah akibat bencana banjir bandang di desa Gampong Matang Jurong, kecamaan Tanah jambo Aye, kabupaten Aceh Utara, Selasa (2/12/2025). Foto Aentenews by Ampelsa.
QBanda Aceh (Aentenews) – Tidak harus menunggu gebrakan dari pemerintah, sebagian para petambak di Kabupaten Aceh Utara, memilih lebih awal melakukan rehabilitasi lahan tambak yang rusak akibat tertimbun material lumpur dan sampah kayu pascabencana banjir November 2025.
Warga petambak di daerah itu, lebih fokus bekerja membersihkan lumpur dan sampah kayu di lahan tambak yang terdampak bencana banjir, ketimbang menunggu lama kepastian dari pemerintah untuk melakukan rehabilitasi.
Petambak sudah mulai bekerja membersihkan sampah dan pengerukan lumpir di lahan tambaknya dengan alat tradisional seadanya, terutama lahan tambak yang rusak ringan dan rusak sedang, kata Pj Keuchik Desa Matang Jurong, Aceh Utara, Mukhtaruddin, Selasa (27/1).
Mukhtaruddin mengatakan warga membersihkan lahan tambak terdampak bencana di daerah itu dengan inisiatif sendiri dan biaya sendiri dengan alat seadanya sambil menunggu rehabilitasi dari pemerintah.
Terkait kerusakan lahan tambak di desa Matang Jurong, Mukhtaruddin menjelaskan berdasarkan pendataan hingga saat tercatat seluas 119 hektare dengan tingkat kerusakan ringan, sedang dan rusak berat.
Pendataan lahan tambak rusak di desa oleh pemerintah desa, sementara pendataan dari pemerintah kabupaten atau provinsi belum dilakukan. Lahan tambak rusak terdampak bencana di daerah itu difungsikan untuk budidaya udang dan ikan.