aceh-tengah

Masih ada sekolah belum layak di Aceh Tengah,  sudah puluhan tahun membutuhkan revitalisasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:59 WIB
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengusulkan revitalisasi sekolah saat pertemuan dengen Kemendikdasmen di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto Dok Pemkab Aceh Tengah.

 

 

Jakarta  (Aentenews) - Pemerintah kabupaten Aceh Tengah, mengusulkan program revitalisasi, digitalisasi, pengadaan mobiler, serta relokasi sekolah terdampak bencana hidrometeorologi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).

“Kami berharap sekolah-sekolah di daerah terpencil mendapat perhatian. Masih ada sekolah yang belum layak dan sudah puluhan tahun membutuhkan revitalisasi. Anak-anak di seluruh wilayah harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman", ucap Haili Yoga.

Dalam pertemuan itu, Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama bagi sekolah di wilayah terpencil dan satuan pendidikan yang belum memiliki fasilitas memadai.

Pemkab Aceh Tengah mengusulkan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan untuk jenjang TK, SD, dan SMP, meliputi rehabilitasi dan revitalisasi bangunan, digitalisasi pembelajaran, pengadaan meja dan kursi guru serta siswa, penambahan daya listrik sekolah, hingga pembangunan unit sekolah baru (USB) PAUD dan penegerian satuan pendidikan sesuai ketentuan.

Saat ini, satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah mencakup 190 SD negeri, 14 SD swasta, 44 SMP negeri, dan 14 SMP swasta yang tersebar di 14 kecamatan.

Selain peningkatan fasilitas, Bupati Yoga mengharapkan Mendikdasmen memberikan  perhatian khusus terhadap 12 satuan pendidikan yang diusulkan untuk direlokasi akibat bencana hidrometeorologi. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Kecamatan Lut Tawar, Linge, Pegasing, Ketol, dan Bintang, terdiri atas dua SMP, delapan SD, serta dua TK.

Dikatakannya, bencana yang berulang menyebabkan sejumlah infrastruktur kembali mengalami kerusakan meskipun telah dibangun atau diperbaiki. Kondisi ini membutuhkan penanganan yang terencana agar fasilitas pendidikan dapat digunakan secara aman  dari bencana dan berkelanjutan.

“Kami menghadapi bencana yang berulang. Ada jembatan dan jalan yang sudah dibangun, tetapi kembali rusak. Karena itu, sekolah-sekolah yang terdampak juga perlu ditangani secara tuntas agar anak-anak bisa belajar dengan aman", katanya.

Di samping pembangunan fisik, Bupati turut memaparkan program penguatan karakter peserta didik di Aceh Tengah. Program tersebut meliputi kewajiban membaca Al-Qur’an satu jam sebelum pembelajaran, gerakan Sampahmu Tanggung Jawabmu, serta kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.

Menanggapi usulan tersebut, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Gogot Suharwoto, menyampaikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam menangani persoalan pendidikan pascabencana.

 

Dirjen Suharwoto ,  menyatakan bahwa usulan relokasi dan perbaikan sekolah di Aceh Tengah itu akan ditindaklanjuti dengan memperhatikan kelengkapan data, dokumen, serta persyaratan yang dibutuhkan.

Halaman:

Tags

Terkini

Catat status Aceh Tengah untuk 90 hari kedepan

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 00:41 WIB