“Sinergi dengan BWS Sumatera I sangat membantu kami dalam menangani kawasan pertanian yang mengalami kekurangan air. Pompa yang difasilitasi ini dapat menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan air selama kondisi kemarau masih berlangsung,” katanya.
Imam menjelaskan, sesuai arahan Bupati Aceh Besar, pemerintah daerah terus memantau kondisi persawahan di berbagai wilayah untuk menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan pompanisasi.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Harapannya, produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga dan petani dapat terhindar dari kerugian akibat kekeringan,” ujarnya
Sementara, Pemerintah kabupaten Aceh Besar mencatat hingga awal Agustus 2026 sekitar 2.090 hektare lahan sawah yang sudah ditanami padi mengalami kekeringan akibat kemarau, sebagian di antaranya terencam puso atau gagal panen.
Dari seluas 2.90 hektare tersebut, tiga hektare di antaranya sudah mengalami puso dan sekitar 88 hektare lainnya terancam gagal panen jika tidak cepat ditanggulangani dengan bantuan pasokan air atau pompanisasi.
Aentenews by Ampelsa