Staf Ahli Bupati Aceh Besar Abubakar, menyampaikan sambutan pada pembukaan Pra Duek Pakat Mukim, Pawang Glee, dan Sambinoe di Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026). FOTO/MC A
Jantho (Aentenews) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran lembaga adat sebagai mitra strategis mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal, penyelesaian berbagai persoalan sosial, budaya di tengah masyarakat serta pelestarian lingkungan.
Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan Pembukaan Pra Duek Pakat Mukim, Pawang Glee, dan Sambinoe Aceh Besar di Aula UDKP Kecamatan Lhoknga, kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/72026).
Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia, dan Kerja Sama, Abubakar, mewakili pemerintah menyampaikan bahwa Aceh memiliki kekhususan dan keistimewaan dalam penyelenggaraan kehidupan sosial masyarakat melalui sistem adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Karena itu, katanya, keberadaan mukim, pawang glee, dan sambinoe harus diperkuat agar mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus menjaga nilai-nilai adat yang menjadi identitas masyarakat Aceh.
Menurutnya, lembaga adat memiliki peran yang sangat strategis, bukan hanya sebagai penjaga tradisi dan budaya, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan ketertiban sosial, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui musyawarah dan mufakat.
"Keberadaan lembaga adat merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan diberdayakan. Kabupaten Aceh Besar memandang bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal yang telah menjadi jati diri rakyat Aceh," ujarnya.