Rabu, 30 September 2026

Situs sejarah Masjid Bung Sidom di Aceh Besar

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Selasa, 24 Februari 2026 | 22:38 WIB
Anak anak bermain di komplek situs cagar budaya Masjid Bung Sidom, di Desa Bung Sidom, Keceamatan Blang Bintang., kabupaten Aceh Besar,  Selasa (24/2/2026). Masjid bersejarah yang terbuat dari  kontruksinya kayu dan tetap terawat hingga saat ini dibangun tahun 1250 H atau 1834 M pada masa pemerintahan Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah I (1830- 1838 M) setelah  sempat dibakar  pada masa penjajahan Belanda. Aentenews Foto/Ampelsa.
Anak anak bermain di komplek situs cagar budaya Masjid Bung Sidom, di Desa Bung Sidom, Keceamatan Blang Bintang., kabupaten Aceh Besar, Selasa (24/2/2026). Masjid bersejarah yang terbuat dari kontruksinya kayu dan tetap terawat hingga saat ini dibangun tahun 1250 H atau 1834 M pada masa pemerintahan Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah I (1830- 1838 M) setelah sempat dibakar pada masa penjajahan Belanda. Aentenews Foto/Ampelsa.


-
Warga bersiap menunaikan shalat Ashar di situs cagar budaya Masjid Bung Sidom, di Desa Bung Sidom, Keceamatan Blang Bintang., kabupaten Aceh Besar, Selasa (24/2/2026). Masjid bersejarah yang terbuat dari kontruksinya kayu dan tetap terawat hingga saat ini dibangun tahun 1250 H atau 1834 M pada masa pemerintahan Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah I (1830- 1838 M) setelah sempat dibakar pada masa penjajahan Belanda. Aentenews Foto/Ampelsa.




-
Anak anak bermain di komplek situs cagar budaya Masjid Bung Sidom, di Desa Bung Sidom, Keceamatan Blang Bintang., kabupaten Aceh Besar, Selasa (24/2/2026). Masjid bersejarah yang terbuat dari kontruksinya kayu dan tetap terawat hingga saat ini dibangun tahun 1250 H atau 1834 M pada masa pemerintahan Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah I (1830- 1838 M) setelah sempat dibakar pada masa penjajahan Belanda. Aentenews Foto/Ampelsa.




-
Warga berdoa seusai menunaikan shalat Ashar di situs cagar budaya Masjid Bung Sidom, di Desa Bung Sidom, Keceamatan Blang Bintang., kabupaten Aceh Besar, Selasa (24/2/2026). Masjid bersejarah yang terbuat dari kontruksinya kayu dan tetap terawat hingga saat ini dibangun tahun 1250 H atau 1834 M pada masa pemerintahan Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah I (1830- 1838 M) setelah sempat dibakar pada masa penjajahan Belanda. Aentenews Foto/Ampelsa.




Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Aentenews






Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Begini cara Lanud SIM bantu kebutuhan pangan warga

Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

HUT ke 81 TNI, Kodim 0101 tanam mangrove di pesisir Aceh

Jumat, 11 September 2026 | 18:23 WIB

Keahlian panjat pohon kelapa

Kamis, 3 September 2026 | 18:23 WIB

Padi gagal panen untuk pakan ternak

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:10 WIB

Kembangkan budidaya Madu Lebah di Aceh Besar

Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Terpopuler

X