Banda Aceh (Aentenews) - Harga jual minyak nilam ditingkat petani di Aceh Besar saat ini senilai Rp700.000 per kilogram. Dengan harga itu para petani mengaku keuntungannya sangat kecil, sementara modal operasional yang harus dikeluarkan berkisar Rp40 hingga Rp50 juta per hektare tanaman komoditas tersebut.
"Harga jual saat ini lagi turun yakni Rp700.000 per kilogram, bila harga segini petani hanya mendapatkan untung sangat kecil setelah menanam dan merawat tanaman selama enam bulan," kata Ketua Koperasi Nilas, Faisal di Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu,
Hal tersebut disampaikan Faisal disela-sela kunjungan Wakil Gubernur Aceh Fadhulullah ke gampong tersebut pada Sabtu (4/10), sebagaimana press rilis yang disampaikan bagian Humas Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh.
Rendahnya harga jual petani terhadap komoditas ekspor itu, Faisal berharap pemerintah bisa mencarikan solusi agar harga tidak dipermainkan. Ia meminta agar pemerintah bisa mengatur harga jual minyak nilam dari petani minimal Rp1.000.000 per kilogramnya.
Terdapat luas lahan tanaman nilam di daerah itu sekitar 20 hektere, dengan rincian produksi minyaknya berkisar 100 sampai 150 kilogram per hektare.
Menanggapi keluhan petani, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar minyak nilam Aceh bisa ditetapkan harga standar, minimal tidak merugikan petani meski dengan kondisi apapun.
"Salah satu nilam terbaik dunia ada di Aceh, saya harap bapak terus berjuang dan semangat menanam nilam, jangan berhenti saat kondisi seperti ini, kami akan mencari solusinya," kata Fadhlullah.