Sementara itu, Direktur Film, Musik dan Seni, Irni Dewi Wanti, mengapresiasi pelaksanaan Festival Nipah di Gampong Suak Timah. Ia menjelaskan bahwa Suak Timah merupakan salah satu desa yang masuk dalam program Desa Pemajuan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan.
Menurut Irni, program tersebut telah dijalankan sejak 2021 dan mencakup ratusan desa di Indonesia dengan tujuan menggali, mengembangkan serta memanfaatkan potensi budaya yang dimiliki masing-masing desa.
“Desa adalah akar tumbuh kembangnya suatu kebudayaan. Tradisi yang terus hidup dan diadaptasi di masyarakat pada dasarnya berakar dari desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, program Desa Pemajuan Kebudayaan tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga mendorong agar potensi budaya dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.
“Desa bukan hanya sebagai akar peradaban, tetapi juga dalam konteks ekonomi budaya dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat berdasarkan kemampuan dan potensi yang dimiliki,” katanya.
Irni menyebutkan, dari ratusan desa yang masuk dalam program tersebut, Suak Timah menjadi salah satu desa yang mendapatkan aktivasi pada 2025–2026. Tahun ini terdapat lima desa yang mendapatkan program aktivasi, salah satunya berada di Aceh, yakni Gampong Suak Timah.
Ia berharap Suak Timah mampu mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus terus mengembangkan program pemajuan kebudayaan secara berkelanjutan.