“Bukan juara yang paling penting. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita memiliki mental dan keberanian untuk mengikuti olimpiade antarnegara,” katanya Tarmizi.
Ia mengatakan, pengalaman ini akan membuat mereka semakin termotivasi untuk menjadi yang terbaik,” kata Tarmizi. Pada tahun 2025 sebanyak 12 pelajar Aceh Barat mengikuti ajang tersebut dan berhasil meraih juara. Tahun ini, jumlah peserta meningkat menjadi 25 pelajar.
Menurut Tarmizi, keikutsertaan pelajar dalam kompetisi internasional memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda, terutama dalam membangun mental, kepercayaan diri, dan kemampuan bersaing dengan pelajar dari negara lain.
Selain memberikan motivasi kepada para pelajar, kehadirannya di Terengganu, Malaysia juga menjadi momentum mempererat hubungan yang telah terjalin antara Aceh Barat dan Terengganu.
“Pihak Terengganu sebelumnya sudah dua kali datang ke Aceh Barat bersama rombongannya. Hubungan ini terus kita perkuat, termasuk dalam bidang pariwisata. Alhamdulillah, sudah mulai ada wisatawan dari Malaysia yang datang ke Aceh Barat,” ujarnya.
Tarmizi mengatakan, hubungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling memperkenalkan potensi, khususnya dalam rangka promosi pariwisata kepada para pelancong. Di sela kunjungan singkat tersebut, Tarmizi juga melakukan pertemuan dengan pihak rektorat Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, untuk membahas rencana kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sektor pariwisata.
“Kita berharap kerja sama dan hubungan yang sudah terjalin ini terus berkembang dan membawa kebaikan bagi daerah serta memberikan manfaat bagi generasi masa depan Aceh Barat,” pungkas Tarmizi.