Ia mengatakan, semoga nanti bukan hanya rumah duafa saja yang dapat dibantu, tapi juga untuk hal lain baik pada saat bencana dan sebagainya.
Saat ini kata Tarmizi, dibutuhkan sekitar 800 unit RLH untuk masyarakat miskin di Aceh Barat, berbagai solusi sedang diusahakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk menyelesaikan hal tersebut baik itu dengan menjemput anggaran ke pemerintah pusat.
“Kita targetnya tahun ini ada sebanyak 100 unit RLH yang akan dibangun di Aceh Barat. Pihak perusahaan di Aceh Barat sudah kita panggil, mereka sudah komitmen ada yang menyatakan akan membangun 5, 10 dan 20 RLH, walau nanti mereka yang membangun sendiri,” ujar Tarmizi.
Sementara itu, Ketua FTPAB, Adami Umar mengatakan, anggaran yang digunakan untuk pembangunan satu unit RLH mereka lebih murah dibandingkan dengan satu unit rumah pada umumnya dengan tipe yang sama.
“Lebih hematnya kan karena ini kan dana amanah jadi bebas dari keuntungan. Kalau yang lain biasanya kan ada rekanan dan rekanan ada keuntungannya, kemudian ada belanja – belanja yang kena pajak, tapi kalau kita kan bebas dari pajak dan kita juga bebas dari biaya operasional,” kata Adami.
Dikatakan Adami, untuk pembangunan satu unit RLH mereka menghabiskan dana sekitar Rp 118, 8 juta kalau dihitung secara borongan untuk pembangunan satu unit rumah dengan tipe yang sama bisa mencapai Rp 122 juta dengan harga yang saat ini.
Aentenews by Ampelsa