Rabu, 30 September 2026

Pusat minta Pemkab Aceh Barat pastikan lahan pembangunan Huntap

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Senin, 11 Mei 2026 | 21:58 WIB






Meulaboh (Aentenews) - Pemerintah Pusat  meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat untuk memastikan lahan yang akan dibangun hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di daerah itu.


Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) RI Dr. Drs. Imran, selaku Tim Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi  Bencana Sumatera yang melakukan peninjauan di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen pada Senin (11/5).


Dikatakan Imran, dia meminta kepada bupati untuk memastikan lahan yang akan dibangun Huntap sudah clear dan clean sebelum diajukan kepada Satgas untuk diajukan kepada kementerian yang menanganinya.


“Selanjutnya yang diminta kepada saya adalah mengecek terkait dengan TKD, karena kita lihat Aceh, Sumut dan Sumber itu dana TKD nya dikembalikan semuanya tidak ada yang dipotong,” katanya.


Selain itu kata Imran, Mendagri juga meminta agar posko darurat bencana kembali diaktifkan, karena melalui posko itu bisa dikonsolidasikan data yang diperlukan untuk kebutuhan penanganan pasca bencana.


“Saya lihat itu di Desa Jambak belum dilaksanakan, buktinya itu DAS baru anggaran dari kabupaten, itupun hanya untuk menormalkan sementara menahan aliran sungai padahal sungainya labar, yang apabila tidak ditangani segera akan berakibat fatal di bulan musim penghujan,” ujar Imran.


Kemudian kata dia ada jembatan yang menghubungkan antar dua desa di Kecamatan Pante Ceureumen yang harus segera dilakukan perbaikan agar akses transportasi dan lalu lintas masyarakat dapat berjalan dengan normal.


Sementara itu, Bupati Aceh Barat, Tarmizi  mengatakan, Desa Jambak merupakan lokasi yang paling parah terdampak bencana banjir pada November 2025 lalu sehingga wilayah itu yang menjadi lokasi peninjaun dari Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera pada hari ini.


“Tadi juga diminta untuk mempercepat proses cetak sawah baru, tapi semuanyakan untuk cetak sawah baru anggarannya di transfer ke provinsi, jadi kita menunggu SID yang dikerjakan oleh Balai di Medan bekerjasama dengan surveyor dari UTU, kita menunggu itu,” kata Tarmizi.


Jika dana untuk mencetak sawah baru tersebut dikirimkan langsung oleh pemerintah pusat ke kabupaten kata Tarmizi, maka dia memastikan Pemkab Aceh Barat siap untuk melakukan eksekusi segara.


“Kemudian terkait hal-hal lain yang disampaikan akan segera kita tindaklanjuti supaya cepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di wilayah Kabupaten Aceh Barat,” katanya.//Aentenews by RIO

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Di Aceh Barat ada Festival Nipah, seperti apa?

Senin, 14 September 2026 | 22:12 WIB

Aceh Barat peroleh TKD Rp68,1 miliar, simak realisasinya

Jumat, 11 September 2026 | 19:41 WIB

Bupati Aceh Barat hadiri South East Olympiad di Malaysia

Kamis, 10 September 2026 | 00:18 WIB

Pejabat Pemkab Aceh Barat sidak pasar, ada apa?

Selasa, 1 September 2026 | 17:44 WIB

Ini sosok Sekda Aceh Barat

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Hasil panen menurun dampak kemarau

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Aceh Barat butuh 800 rumah layak huni

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:53 WIB

HUT RI di Aceh Barat diwarnai lomba gerak jalan

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Terpopuler

X