Rabu, 30 September 2026

Bupati Aceh Barat serahkan 2.793 SK P3K

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Senin, 29 Desember 2025 | 22:30 WIB


Meulaboh (Aentenews) - Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Tahun 2025.





Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Senin (29/12).





Bupati Tarmizi menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada 2.793 P3K paruh waktu yang hari ini resmi menerima SK pengangkatan. Ia mengapresiasi pengabdian panjang para tenaga honorer yang telah setia mengabdi selama bertahun-tahun.
“Terima kasih atas pengabdian yang luar biasa. Alhamdulillah, penantian panjang itu akhirnya tiba juga hari ini,” ujar Tarmizi





Bupati Tarmizi sempat berseloroh dengan menanyakan apakah ada ASN yang baru dilantik hari ini namun keesokan harinya langsung memasuki masa pensiun. Biala ada kita kasih hadiah, ucapnya
Ia menyebutkan bahwa fenomena tersebut pernah terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia, Bahkan, menurutnya, ada pula kasus ASN yang dilantik namun sebelumnya telah meninggal dunia. “Apalagi dalam kondisi bencana seperti sekarang ini, mari kita hadiahkan Al-Fatihah untuk para abdi negara yang telah berpulang,” ucapnya dengan nada haru.





Lebih lanjut, Tarmizi mengajak seluruh ASN untuk bersyukur, karena masih banyak tenaga honorer lain yang telah mengabdi sangat lama namun hingga kini belum mendapatkan kesempatan menerima SK. Ia mengakui, persoalan kepegawaian masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
“Saat ini aturan pemerintah pusat hanya membolehkan pengangkatan P3K yang sudah terdata dalam data base, Setelah itu, tidak boleh ada lagi pengangkatan, bahkan yang tidak terakomodir harus diberhentikan,” jelasnya.





Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa Pemkab Aceh Barat mengambil langkah berani dan penuh risiko dengan tetap mempertahankan seluruh tenaga yang ada. Hal itu dilakukan mengingat kondisi Aceh Barat yang tengah dilanda musibah, di mana ribuan masyarakat kehilangan pekerjaan, petani kehilangan sawah, dan kerusakan lahan pertanian cukup parah.
“Sebentar lagi kita akan menghadapi bulan suci Ramadan, Idul Fitri hingga Idul Adha. Untuk makan sehari-hari saja sudah sulit, apalagi jika kita menambah angka pengangguran. Oleh karena itu, dengan segala keterbatasan anggaran, kami memilih mempertahankan mereka,” tegasnya.





Tarmizi juga mengungkapkan bahwa Aceh Barat saat ini menghadapi tekanan fiskal yang berat akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, yang mencapai hampir Rp100 miliar, sementara di sisi lain daerah membutuhkan anggaran besar untuk pemulihan pascabencana, ucap tarmizi


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Di Aceh Barat ada Festival Nipah, seperti apa?

Senin, 14 September 2026 | 22:12 WIB

Aceh Barat peroleh TKD Rp68,1 miliar, simak realisasinya

Jumat, 11 September 2026 | 19:41 WIB

Bupati Aceh Barat hadiri South East Olympiad di Malaysia

Kamis, 10 September 2026 | 00:18 WIB

Pejabat Pemkab Aceh Barat sidak pasar, ada apa?

Selasa, 1 September 2026 | 17:44 WIB

Ini sosok Sekda Aceh Barat

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Hasil panen menurun dampak kemarau

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Aceh Barat butuh 800 rumah layak huni

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:53 WIB

HUT RI di Aceh Barat diwarnai lomba gerak jalan

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Terpopuler

X