Selain itu, Fadly menyebutkan bahwa Aceh Barat sudah berada di jalur yang tepat dengan kontribusi nyata masyarakat, mulai dari edukasi, pengumpulan, hingga pengolahan sampah.
“Target kita sederhana, kota bersih, ada pengelolaan sampah, ada edukasi, ada bank sampah, maka nilai Adipura bisa lebih baik,” tambahnya.
Dalam sesi pelatihan, peserta juga mendapat materi dari Bank Sampah Dolah Recycle yang memaparkan pentingnya pemilahan sampah dari sumber serta bagaimana mengelola sampah rumah tangga agar bernilai ekonomi.
Acara berlangsung interaktif dengan diskusi antara peserta dan narasumber. Para peserta dari 12 desa diharapkan menjadi pionir dalam menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan terselenggaranya pelatihan tahap II ini, Pemkab Aceh Barat optimis dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan sampah, sekaligus memperkuat langkah menuju predikat kota bersih dan berkelanjutan melalui penghargaan Adipura.
Pewarta Aceh Barat/Nagan Raya : RIO