Ilustrasi. Kapal nelayan melaju saat menuju lokasi pendaratan saat pulang melaut kawasan pesisir desa Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (7/7/2026). Aentenews Foto/Ampelsa.
Aceh Barat Data (Aentenews) - Kalangan nelayan di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyambut baik atas beroperasinya pabrik es balok dengan kapasitas produksi mencapai 30 ton per hari dalam pemenuhan melaut.
Kehadiran pabrik berkapasitas 30 ton per hari ini menjadi jawaban atas keluhan nelayan yang selama ini kesulitan mendapatkan es balok untuk menjaga kualitas hasil tangkapan dan rantai dingin (coldchain) mutu ikan tangkapan dari laut hingga ke tingkat konsumen.
Upaya memberdayakan ekonomi pesisir terus dilakukan di Aceh Barat Daya (Abdya). Pabrik Es Balok milik PT Samudra Karya Nanggroe resmi beroperasi di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Senin (28/09/2026).
Peresmian secara soft opening dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Abdya Zaman Akli. Turut hadir Plt. Sekda Abdya Amrizal, Komisaris dan Direksi PT Samudra Karya Nanggroe, anggota DPRK Abdya Kasyful Wara dan Deviani, sejumlah Kepala SKPK, Camat Susoh Teuku Nasrul, Panglima Laot Abdya T. Indra Kusuma, tokoh masyarakat, serta para nelayan setempat.
Direktur Utama PT Samudra Karya Nanggroe, Kaslianda Firdaus alias Anto, mengatakan pembangunan pabrik ini merupakan komitmen perusahaan untuk membantu perekonomian nelayan.
“Semoga bisa sukses dan bertambah kemanfaatannya untuk kelompok nelayan yang selama ini sering kekurangan es,” kata Anto.