teknologi

BRIN kucurkan Rp2 triliun dana riset, dorong keterlibatan sektor industri

Selasa, 28 Juli 2026 | 17:40 WIB
Foto Humas BRIN


Jakarta (Aentenews) - Direktur Pendanaan Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Raden Arthur Ario Lelono, menjelaskan bahwa BRIN telah mendistribusikan dana riset mencapai kurang lebih Rp2 triliun untuk sekitar 1.900 judul kegiatan penelitian.





Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan BRIN Goes to Industry 5, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (28/7).





Dikutip dari Website Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BRIN terus berkomitmen memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional melalui penyediaan berbagai skema pendanaan. 





Kendati demikian, BRIN mencatat tingkat partisipasi dari sektor industri masih sangat rendah, yakni di bawah 30 judul riset dengan total alokasi sekitar Rp12 miliar. Oleh karena itu, BRIN membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku industri untuk memanfaatkan pendanaan riset secara kolaboratif. 





Arthur menjelaskan sejumlah program yang dapat dimanfaatkan, mulai dari sektor industri, R&D, masyarakat, dan perguruan tinggi dapat memanfaatkan program tersebut.





Pertama, program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju). Pendaftaran program ini dibuka dua kali dalam setahun dengan kisaran nilai pendanaan mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. “Ordo risetnya ratusan juta sampai miliaran, ada yang Rp100 juta, ada yang sampai Rp17 miliar,” ucapnya. 





Kedua, ada skema pengujian produk inovasi. Skema ini difokuskan untuk produk-produk hasil riset yang memerlukan pengujian khusus sebelum mendapatkan izin edar, seperti pada sektor kesehatan dan pertanian. Pendanaan untuk uji klinis dan subklinis ini memiliki nilai hingga puluhan miliar rupiah.


Halaman:

Tags

Terkini