ekonomi

Ada selisih Rp10 triliun, DPR RI desak BGN evaluasi anggaran MBG

Kamis, 17 September 2026 | 22:12 WIB


Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin. Foto: Jaka/jk





Jakarta (Aentenews) -  Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin menyoroti akurasi perencanaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN)





 Ia meminta BGN menghitung kembali kebutuhan anggaran secara presisi berdasarkan realisasi hari efektif, sehingga alokasi anggaran dapat digunakan secara efisien dan tepat sasaran.





"Ada selisih Rp10 triliun, Pak. Ini bukan angka yang kecil, ini angka besar. Kita ingin memastikan bahwa anggaran di Deputi Penyediaan dan Penyaluran ini betul-betul dihitung berdasarkan realisasi hari efektif," tegas Zainul saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI bersama Kepala BGN dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam rangka pembahasan RKA-K/L Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9/2026).





Politisi Fraksi PKB itu menjelaskan, berdasarkan perhitungannya, jumlah hari efektif sekolah dalam satu tahun setelah dikurangi akhir pekan, libur nasional, Ramadan, dan libur semester mencapai sekitar 205 hari. Dengan indeks biaya Rp15.000 per porsi untuk 72,4 juta penerima manfaat, kebutuhan anggaran yang dihitungnya sekitar Rp222 triliun.





Sementara itu, Zainul menyoroti alokasi anggaran pada Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN yang tercantum sebesar Rp232,5 triliun. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp10 triliun yang menurutnya perlu dijelaskan dan dihitung kembali secara lebih akurat.





"Kalau 205 hari dikalikan Rp15.000 per porsi, satu orang ketemunya Rp3,075 juta. Jika dikalikan 72,4 juta penerima manfaat, ketemunya Rp222 triliun. Jadi ada selisih Rp10 triliun," jelasnya.


Halaman:

Tags

Terkini

BGN tegas, tutup 1.999 dapur SPPG 

Rabu, 9 September 2026 | 23:28 WIB

Empat bandara ditutup hari ini hingga pukul 18.00 WIB

Senin, 7 September 2026 | 11:48 WIB