ekonomi

Bisnis digital BSI siap melaju lebih cepat

Kamis, 2 Juli 2026 | 16:02 WIB



“Bank emas menjadi engine baru kami menggaet segmen yang selama ini belum dapat kami jangkau.” Jumlah nasabah meningkat menjadi lebih dari 24 juta per April 2026, menyusul licence Bank Emas pada Februari 2025 dan kenaikan status BSI menjadi Persero pada awal 2026.





Status tersebut memperkuat posisi BSI sebagai bagian dari ekosistem strategis BUMN. Migrasi core banking dari R10 ke R24 yang rampung pada pertengahan Mei 2026 menjadi salah satu proyek teknologi terbesar BSI dengan melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi.





Seluruh proses dilakukan secara bertahap melalui berbagai rehearsal, dengan pengawasan OJK dan Danantara untuk memastikan implementasi berjalan aman, terkendali, dan transparan.





Transformasi tersebut meningkatkan efisiensi operasional hingga sekitar 80 persen, mempercepat proses Close of Business (COB), serta memperbesar kapasitas sistem untuk mendukung ekspansi bisnis digital dan inovasi produk.





Saat ini availability all channell BSI 99,99 persen sehingga transaksi melalui channel digital dan cabang berlangsung lancar. Ruang untuk menumbuhkan nasabah, inovasi untuk fitur baru di BYOND sangat luas karena kapasitas terpakai masih di bawah 10 persen.





"Nasabah akan merasakan manfaat dari kekuatan dan kecepatan IT BSI yang baru," kata dia menambahkan.





Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BSI terus memperkuat layanan digital melalui BYOND by BSI untuk segmen ritel dan BEWIZE by BSI bagi nasabah institusi/wholesale.





Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun, sementara BEWIZE terus mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi sebagai penggerak bisnis wholesale.

Halaman:

Tags

Terkini

BGN tegas, tutup 1.999 dapur SPPG 

Rabu, 9 September 2026 | 23:28 WIB

Empat bandara ditutup hari ini hingga pukul 18.00 WIB

Senin, 7 September 2026 | 11:48 WIB