Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (dua dari kiri) didampingi Direktur Information Technology (IT) Muharto Hadi Suprapto (tiga dari kiri), SEVP IT Development & Operations Saut Parulian Saragih (paling kiri) dan SEVP Digital Banking M. Misbahul Munir (paling kanan) menunjukan salah satu e-channel BYOND by BSI dan BEWIZE. Foto Ist.
Jakarta (Aentenews) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) sukses menuntaskan transformasi sistem Information Technology (IT) sebagai fondasi percepatan bisnis dan penguatan layanan digital.
Transformasi ini merupakan bagian dari agenda strategis BSI selama satu tahun terakhir yang dijalankan dengan dukungan dan supervisi aktif Danantara, sehingga perseroan siap memasuki fase pertumbuhan berikutnya, kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Kamis.
Transformasi teknologi menjadi kebutuhan strategis seiring pesatnya digitalisasi industri keuangan dan pertumbuhan bisnis BSI. BSI memiliki potensi tumbuh sangat besar.
“Sekarang BSI berdampingan dengan bank besar karena sudah masuk 5 besar bank di Indonesia. Ekspektasi nasabah adalah layanan, sistem harus sama dengan bank besar. Untuk itu, kami berupaya menyediakan layanan setara sesuai ekspektasi nasabah,” katanya.
Transformasi ini juga akan menjadi langkah BSI mencapai visi menjadi Top 5 Global Islamic bank serta aspirasi memiliki nasabah 40 juta tahun 2030.
Selama proses transformasi, Danantara berperan aktif memberikan arahan strategis, supervisi, serta memastikan implementasi transformasi berjalan sesuai prinsip tata kelola dan manajemen risiko.
Semua persiapan dilakukan sangat matang. Dalam setahun terakhir, BSI mencatat pertumbuhan signifikan dari dual licence yakni bank syariah dan bank emas.