BRMP juga memiliki teknologi budidaya spesifik lahan kering melalui Larikan Gogo Super (Largo Super) yang mengombinasikan penggunaan varietas unggul padi gogo, sistem tanam larikan, pemupukan berimbang, bahan organik, serta pengendalian hayati untuk meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Kepala BRMP Kementan Fadjry Djufry mengatakan penguatan inovasi teknologi spesifik lokasi menjadi langkah penting menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
“BRMP terus mendorong penerapan inovasi teknologi pertanian sesuai karakteristik wilayah, mulai dari varietas adaptif, pengelolaan air hemat, hingga pola budidaya spesifik lahan kering agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Fadjry.
Ia menambahkan, BRMP Provinsi di seluruh Indonesia terus melakukan pendampingan bersama pemerintah daerah, penyuluh, dan petani agar inovasi dapat diterapkan lebih luas.
“Penguatan teknologi di lapangan menjadi langkah penting agar petani semakin siap menghadapi dinamika iklim sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional,” tambahnya.
Melalui penguatan diseminasi inovasi, penerapan teknologi hemat air, dan pemanfaatan varietas unggul adaptif, Kementerian Pertanian optimistis sektor pertanian Indonesia semakin tangguh dan produktif dalam menghadapi dinamika iklim.
Aentenews by Ampelsa.