Banda Aceh (Aentenews)- Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menjamin penyaluran jadup berupa lauk pauk untuk penyintas bencana senilai Rp15.000 per jiwa/hari tetap diberikan selama tiga bulan.
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian Tito menjelaskan selama huntap belum rampung dibangun, penyintas bencana akan mendapat bantuan lauk-pauk Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan.
“Skema ini disesuaikan dengan target pambangunan huntap yang lebih kurang memakan waktu tiga sampai empat bulan. ” kata Tito Karnavian di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Tito menyatakan, bantuan jadup, isi hunian, dan stimulan ekonomi merupakan salah satu skema bantuan pascabencana yang diberikan untuk menjamin keberlangsungan hidup penyintas bencana. Sementara bantuan isi hunian disalurkan dengan skema senilai Rp3 juta per kepala keluarga. Adapun bantuan stimulan sosial dan ekonomi diberikan senilai Rp5 juta per keluarga.
Selain itu, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus meningkatkan penyaluran aneka bantuan sosial (bansos) untuk menopang kehidupan penyintas pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Bansos yang disalurkan terdiri dari bantuan jaminan hidup (jadup), bantuan isi hunian, serta stimulan sosial dan ekonomi. Paket bantuan ini disalurkan untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan ekonomi penyintas bencana.
Berdasarkan data laporan harian Satgas PRR per 6 April mencatat penyaluran bantuan jadup, isi hunian, dan stimulan ekonomi telah menjangkau 60.373 jiwa dari total alokasi 66.008 jiwa yang direncanakan. Total dana tersalurkan mencapai Rp483.959,85 miliar.