ekonomi

BSI raih sertifikasi ISO Global standar internasional untuk pelindungan data nasabah

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:21 WIB


Jakarta (Aentenews) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.





BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis Perseroan mendukung layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika, terutama di era di mana penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) makin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan. 





Standar ISO 27701:2019 adalah berstandar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.





Pencapaian sertifikasi ini mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. BSI memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data, mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah. 





Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.





Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.





“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” kata  Arief Adhi Sanjaya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).


Halaman:

Tags

Terkini

BGN tegas, tutup 1.999 dapur SPPG 

Rabu, 9 September 2026 | 23:28 WIB

Empat bandara ditutup hari ini hingga pukul 18.00 WIB

Senin, 7 September 2026 | 11:48 WIB