Menurut Danil, Sawit Summit 2025 bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah awal membangun sinergi jangka panjang antara kampus, pemerintah, BPDP, dan industri sawit.
“Kami ingin Aceh menjadi episentrum pengembangan sawit berkelanjutan berbasis riset dan inovasi. Sinergi multi-pihak dari kampus, pemerintah, industri, hingga masyarakat merupakan kunci agar nilai tambah sawit benar-benar kembali ke daerah,” ujarnya.// Redaksi