ekonomi

Kemarin rupiah sempat melemah, ternyata ini penyebabnya

Kamis, 30 Oktober 2025 | 08:13 WIB
Ilustrasi. Foto: Dok MI


Jakarta (metrotvnews/aentenews) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi sentimen investor yang menunggu hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada pekan ini.





“Kurangnya sentimen global dan domestik yang kuat juga berkontribusi terhadap terbatasnya pergerakan mata uang,” ucapnya dilansir dari Antara di Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2025.





Saat ini, fokus pasar disebut tetap tertuju pada pertemuan FOMC mendatang yang dijadwalkan diumumkan malam ini. Menurut dia, investor telah sepenuhnya memperhitungkan estimasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis points (bps).





Ekspektasi pemangkasan suku bunga menguat





Mengutip Anadolu, pasar tenaga kerja AS yang melemah secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir dan inflasi berada di bawah ekspektasi memperkuat potensi Federal Reserve (The Fed) akan terus memangkas suku bunga hingga tahun 2026.





Tercatat, inflasi September AS naik 0,3 persen, lebih rendah dari perkiraan di sekitar 0,4 persen. Secara year on year (yoy), inflasi naik menjadi 0,3 persen, di bawah perkiraan yang sebesar 4,1 persen.





Begitu pula inflasi inti hanya naik 0,2 persen, dibandingkan perkiraan 0,3 persen. Secara yoy, inflasi turun ke tiga persen dibandingkan perkiraan bertahan di angka 3,1 persen.





Terkait lapangan kerja non pertanian AS, hanya meningkat 22 ribu pada Agustus 2025, di bawah harapan. Selanjutnya, lapangan kerja di sektor swasta menurun 32 ribu pada September, bertentangan dengan estimasi peningkatan. Adapun tingkat pengangguran naik dari 4,2 persen menjadi 4,3 persen.


Halaman:

Tags

Terkini

BGN tegas, tutup 1.999 dapur SPPG 

Rabu, 9 September 2026 | 23:28 WIB

Empat bandara ditutup hari ini hingga pukul 18.00 WIB

Senin, 7 September 2026 | 11:48 WIB