Jakarta (Aentenews) - Bank Syariah Indonesia (BSI) telah memperdagangkan sebanyak 8,09 ton emas melalui layanan bullion bank dengan jumlah nasabah yang menembus lebih dari 1,3 juta orang hingga Juni 2026.
Sejak awal tahun 2026, jumlah nasabah bullion meningkat 700 persen (YoY), sekaligus mendorong pertumbuhan fee-based income (FBI) bisnis emas hingga 712 persen secara tahunan (year-on-year).
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya minat masyarakat terhadap aset safe haven, bisnis emas PT BSI (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan yang semakin kuat.
Kinerja tersebut memperlihatkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Momentum ini semakin menguat sejak BSI menjadi bank emas (bullion bank) pertama di Indonesia, yang menghadirkan ekosistem bisnis emas terintegrasi mulai dari Cicil Emas, Gadai Emas, hingga layanan bullion bank.
Kemudahan akses menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat masyarakat. Melalui aplikasi BYOND by BSI, masyarakat kini dapat mulai memiliki emas mulai dari Rp50 ribu, sehingga investasi emas menjadi lebih inklusif, mudah dijangkau, aman, dan praktis.
Nasabah dapat melakukan transaksi pembelian dan penjualan emas secara real-time selama 24/7 kapan pun dan di mana pun. Transformasi digital tersebut memperluas akses investasi bagi masyarakat dari berbagai segmen tanpa harus datang ke kantor cabang.
Selain memperkuat layanan digital, BSI juga terus mengakselerasi penetrasi pasar emas fisik melalui BSI Gold. Saat ini, BSI Gold telah hadir di toko emas resmi rekanan BSI yang berlokasi di sentra emas nasional. Kehadiran tersebut menjadi langkah awal perluasan jaringan distribusi BSI Gold, yang ke depan diarahkan untuk menjangkau toko-toko emas di berbagai wilayah Indonesia agar semakin mudah diakses oleh masyarakat.