Sementara itu, Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, mengatakan bahwa pameran dan peluncuran buku foto Prahara Pulau Emas merupakan monumen ingatan kolektif atas berbagai bencana yang terjadi di Pulau Sumatra.
"Kamera pewarta foto bukan sekadar alat bekerja, melainkan saksi visual atas runtuhnya ruang hidup sekaligus penuntun kemanusiaan. Kami menghadirkan karya ini secara beretika untuk memuliakan ketangguhan manusia dalam melewati masa-masa sulit, bukan untuk mengeksploitasi penderitaan," kata Dwi.
Ia berharap karya-karya yang dipamerkan mampu memperkuat edukasi mitigasi bencana sekaligus menjadi penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua PFI Aceh, M. Anshar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran di Aceh merupakan hasil kolaborasi antara PFI Pusat, Yayasan Riset Visual mataWaktu, pemerintah daerah, BUMD, serta sektor swasta. Menurutnya, fotografi jurnalistik tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga mampu mendorong lahirnya aksi nyata bagi masyarakat.
"Foto jurnalistik tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga mampu menggerakkan kepedulian. Melalui dukungan PFI Pusat, kami memperoleh amanah membangun sumur bor air bersih di Kabupaten Pidie Jaya. Ini menjadi bukti bahwa karya foto dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Anshar.
Selain pameran dan peluncuran buku, rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi fotografi jurnalistik yang menghadirkan Oscar Motuloh dan Danu Kusworo sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan komunitas fotografi dari berbagai daerah di Aceh sebagai upaya melahirkan generasi pewarta foto yang profesional, menjunjung tinggi etika jurnalistik, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, PFI Pusat juga menyerahkan secara simbolis bantuan kepada PFI Aceh untuk pembangunan sumur bor air bersih di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
Rangkaian pembukaan turut diakhiri dengan penyerahan cendera mata kepada para mitra strategis sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap penyelenggaraan Roadshow Pameran Foto Prahara Pulau Emas. Cendera mata diserahkan kepada PLN Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, PT Bank Aceh Syariah, PT Solusi Bangun Andalas, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Museum Tsunami Aceh, dan Danlanud Sultan Iskandar Muda yang selama ini berkolaborasi bersama PFI Aceh dalam menyukseskan penyelenggaraan pameran di Banda Aceh.