Foto Dok Diskominfotik Banda Aceh
Banda Aceh (Aentenews) - Jika Irak dengan ibu kotanya Baghdad dijuluki sebagai "Negeri 1001 Malam", karena menjadi pusat lahirnya peradaban besar, bahkan masa Abbasiyah, wilayah itu menjadi pusat ilmu, budaya, dan sastra dunia Islam.
Namun di Kota Banda Aceh sebagai daerah berjuluk Serambi Mekah karena kentalnya suasana Islami, maka pemerintah setempat membuka kegiatan Ramadhan berupa "Pasar 1001 Malam".
Berlokasi di area eks Hotel Atjeh, kegiatan hasil kolaborasi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat RI, Pemerintah Aceh, dan Pemko Banda Aceh itu meliputi bazar kuliner dan kerajinan, panggung talenta dai cilik, klinik kesehatan gratis, serta Klinik UMKM Bangkit untuk pendampingan legalitas usaha.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menyebutkan, "Pasar 1001 Malam" sebagai upaya bersama menghadirkan ruang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di kota ini.
Mengajak masyarakat untuk mendukung produk-produk UMKM lokal. “Mari membeli dan menggunakan karya anak negeri, serta bersama-sama menjaga suasana Ramadhan yang penuh keberkahan,” ajaknya.
Kemudian, Illiza berharap kehadiran pilot project ini menjadi langkah awal yang membawa keberkahan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mempererat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan elemen masyarakat lainnya.