Sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa terkait penggunaan anggaran bencana banjir dan termasukd dana transfer ke daerah senilai 1,6 triliun, progres pemulihan bencana, pembanguanan hunian sementara dan hunian tetap tidak sepenuh dapat dijawab Sekretaris BPBA Syaril
“Saya tidak bisa menjelaskan secara rinci, karena ini bukan kewenangan saya. Sebagai bawahan tentu ada batas batasnya,” kata Syahril.
Tidak puas dengan hasil penjelasan dari perwakilan pemerintah Aceh, mahasiswa meminta dihadirkan pejabat yang berwenang atau Sekda Aceh. Namun, keinginan mahasiswa agar dapat bertemu dengan pejabat tertentu juga gagal. Aksi berakhir dan bubar karena dipisahkan oleh waktu masuk shalat Zuhur.
Aentenews by Ampelsa.