Ramli, mengatakan anak didiknya yang menerima paket MBG secara keseluruhan mencapai 474 orang atau sama jumlahnya sebelum Ramadhan.
Persoalannya, katanya, hanya pada waktu pembagian di bulan puasa, di mana anak-anak susah pulang dan diminta kembali ke sekolah untuk mengambil paket MBG. Siswa harus ditemani oranaag tua mereka untuk mengambil MBG,” ucapnya.
Di jelaskannya, ketika rapat di dinas pendidikan, pembagian paket MBG hari Senin, Selasa, dan Rabu, dibagikan setiap Senin. Begitu juga untuk Kamis, Jumat, dan Sabtu, dibagikan setiap Kamis.
Namun, berbeda dengan informasi dari pihak SPPG yang menyatakan pembagian MBG setiap hari. Jadi, kami dari pihak sekolah belum tahu pastinya jadwal yang sebenarnya," kata Ramli.
Demikian juga menu paket MBG pada Ramadhan, awalnya makanan kering, tetapi hari ini malah diberikan makanan basah seperti bubur kanji. Pihak sekolah berharap paket MBG selama bulan puasa diberikan makanan kering seperti roti dan lainnya.
Harapan yang sama juga disampaikan orang tua murid, agar pembagian MBG yang menunya terdiri dari makanan kering sebaiknya disalurkan pada waktu siang sehabis murid belajar dan saat pulang sekolah.
Aentenews by Ampelsa.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Aentenews