Banda Aceh (Aentenews) - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh meminta pemerintah segera memindahkan pengungsi korban bencana alam banjir yang masih menempati tenda penampungan ke hunian sementara (Huntara) sebelum bulan Ramadhan 1447 Hijriyah.
Harapan itu disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali dalam pertemuan silaturrahmi dengan Pimpinan MPR RI di Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, Sibreh, kabupaten Aceh Besar, Selasa (10/2/2026).
Kunjungan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Satuan Tugas Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian dan rombongan di Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah itu berlangsung seusai menggelar pertemuan dengan pemerintah Aceh.
Tgk Faisal Ali menyatakan, Ramadan di Aceh merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk memusatkan aktivitas pada ibadah, sehingga kondisi pengungsian perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
Oleh sebab itu, pembangunan huntara di sejumlah wilayah terdampak bencana diharapkan sudah rampung dan dapat ditempati pengungsi sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Selain pembangunan huntara , Tgk Faaisal Ali juga berharap agar dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, pemerintahmemprioritaskan tenaga kerja dan pengusaha lokal Aceh. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal penting untuk menumbuhkan perputaran ekonomi daerah di tengah proses pemulihan.
“Kami berharap dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi, baik pembersihan tambak, sawah, pembangunan jembatan, maupun sektor lainnya, tenaga kerja dan pengusaha lokal dapat lebih diutamakan,” katanya.