Banda Aceh (Aentenews) - Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyatakan prihatin atas meningkatnya kasus
HIV/AIDS dan salah satu pemicunya adalah prilaku seksual berisiko seperti Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT).
Oleh karenaya, di Banda Aceh, Ahad, politisi PKS itu mengingatkan para pemuda Banda Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perilaku LGBT.
Fenomena LGBT bukan hanya persoalan moral, tetapi juga ancaman nyata terhadap kesehatan generasi muda."Peningkatan kasus HIV/AIDS, salah satunya dipicu perilaku seksual berisiko, termasuk perilaku menyimpang LGBT," katanya menambahkan.
Data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menyebutkan hingga akhir Mei 2026 terdapat 909 kasus HIV/AIDS (745 HIV dan 164 AIDS), dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok usia produktif dan pelaku LGBT.
Bahkan, dalam kasus yang ditangani Satpol PP/WH Banda Aceh pada Februari 2026 menunjukkan keterkaitan dengan perilaku LGBT, di mana 3 orang terkonfirmasi positif HIV. Kondisi ini merupakan peringatan serius bagi masa depan generasi muda.
"Anak muda kota ini harus waspada. Peningkatan kasus HIV/AIDS yang signifikan ini menjadi ancaman bagi ketahanan sosial dan moral bangsa. LGBT bertentangan dengan nilai Pancasila dan budaya bangsa kita," kata Farid menegaskan.
Melalui Perpres Nomor 111/2025, menegaskan bahwa penyebaran budaya LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter terhadap ketahanan negara. Bahkan, ditetapkan bahwa penyebaran budaya LGBTQ setara dengan terorisme, radikalisme, separatisme, narkotika, dan perdagangan ilegal.