Kutacane (Aentenews) - Progres pembangunan jembatan Pantai Dona, di kabupaten Aceh Tenggara dilaporkan sudah mencapai 49 persen dan ditargetkan selesai dan dapat digunakan masyarakat pada Desember 2026
Jembatan Pantai Dona yang menggunakan kontruksi rangka baja sepanjang 200 meter tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat antarkecamatan di Aceh Tenggara. Pembangunannya dilakukan setelah jembatan terdahulu putus akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025 .
Manajer Proyek PT Adhi Karya Asep Sulistiyono dalam siaran pers, Sabtu (29/8/2026) mengatakan konstruksi dirancang lebih tangguh untuk menghadapi risiko banjir dan longsor. Jembatan dilengkapi soldier pile atau struktur penahan tanah sedalam 30 meter dan dirancang mampu menahan beban hingga 25 ton.
Untuk mengejar target penyelesaian, pekerjaan dilakukan dalam dua giliran dengan melibatkan sekitar 92 tenaga kerja. Pelaksanaan konstruksi juga didukung tiga unit crane, satu alat bor, tiga mobil pengaduk beton, dan satu pompa beton.
“Jumlah pekerja hampir 92 orang dan kami menerapkan dua shift. Untuk peralatan, terdapat tiga unit crane, satu alat bor, tiga mobil molen, dan satu pompa beton,” kata Asep.
Pekerjaan menghadapi tantangan berupa kondisi tanah berbutir yang rentan terhadap gerusan air. Curah hujan di kawasan tersebut juga dapat menyebabkan kenaikan debit sungai secara tiba-tiba sehingga kondisi cuaca dan aliran air terus dipantau selama proses konstruksi.
“Kalau terjadi hujan, banjir bisa datang secara tiba-tiba. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan teknis yang harus kami antisipasi,” ujar Asep.