Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, penyuluh pertanian, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga generasi muda untuk terus mencintai produk lokal, menjaga kelestarian lingkungan, serta bersama-sama mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara yang juga Ketua Panitia Kontes Durian II, Riskan mengatakan kontes diikuti sejumlah peserta dari 14 kecamatan yang membawa durian terbaik hasil budidaya masing-masing.
Penyelenggaraan kontes merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam meningkatkan kualitas produksi durian lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi hasil pertanian masyarakat.
"Setiap kecamatan menampilkan durian unggulnya. Ini menjadi ajang promosi sekaligus memotivasi para petani untuk terus meningkatkan kualitas budidaya sehingga mampu menghasilkan durian yang berdaya saing," kata Riskan.
Untuk menjamin penilaian, panitia kontes menghadirkan dewan juri dari Asosiasi Perkebunan Durian Malaysia bersama para pegiat durian Indonesia. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ucok Durian, Bolang Durian, dan PT Wei Peng Agro Indonesia, sehingga diharapkan mampu menghasilkan penilaian yang objektif sekaligus memperluas jejaring pengembangan durian Aceh Tenggara.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menargetkan Festival Durian berkembang menjadi agenda unggulan daerah yang tidak hanya mengangkat citra Aceh Tenggara sebagai salah satu sentra durian terbaik di Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian, memperkuat sektor agrowisata, meningkatkan kesejahteraan petani, serta melahirkan varietas durian unggulan yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Aentenews by Ampelsa.