Kutacane (Aentenews) - Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggelar kontes buah durian lokal pada Festival Durian-II yang diikuti ratusan peserta kalangan petani dari 14 kecamatan dengan menghadirkan dewan juri Asosiasi Perkebunan Durian Malaysia pada Minggu (27/7/2026).
Kegiatan tersebut Tidak sekadar menjadi ajang adu kualitas buah, melainkan juga strategi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi durian lokal kepada masyarakat luas dan momentum memperkenalkan dan promosi agrowisata melalui komoditas unggulan buah durian.
Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry saat pembukaan kontes buah durian, Minggu (26/7/2026) mengatakan, Festival buah durian akan menjadi agenda tahunan daerah sebagai sarana mempromosikan kekayaan sumber daya alam daerah, khususnya buah durian yang selama ini dikenal memiliki cita rasa dan kualitas yang khas.
"Festival ini bukan hanya tentang menikmati durian, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah, membuka peluang investasi, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Salim Fakhry.
Menurutnya, penyelenggaraan festival diharapkan mampu menarik wisatawan, investor, pelaku usaha, hingga komunitas pecinta durian dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Kehadiran mereka diyakini akan mendorong perputaran ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, kuliner, hingga pariwisata.
Fakhry menekankan bahwa penyelenggaraan kontes tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendata pohon-pohon durian unggul yang tersebar di seluruh Aceh Tenggara untuk kemudian dikembangkan melalui proses pembinaan, perbanyakan bibit, hingga penetapan sebagai varietas unggulan daerah.
"Melalui pendataan pohon induk unggul dan peningkatan kualitas bibit, kita ingin melahirkan varietas durian khas Aceh Tenggara yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi, sekaligus menjadi kebanggaan daerah serta meningkatkan kesejahteraan para petani," tegas Bupati.